user_mobilelogo

Menurut pandangan Fadly, musik melayu mengakar di masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Namun genre ini kini kurang dilirik industri Tanah Air. Makanya ia mau terlibat. Selain Fadly, acara ini akan didukung beberapa musikus dan penyanyi, seperti Uma Tobing (juara Indonesia Mencari Bakat Trans TV), Novi Ayla (KDI), Rafly Kande, Darmansyah Ismail, Niken Astri (KDI), Duo Shahab, dan Amigos Band. “Ikut juga penggesek biola ternama, Hendri Lamiri dan pemain akordeon Buthonk, dengan music director Anwar Fauzi Orchestra,” katanya.

Bagi Fadly, musik melayu adalah aset nasional yang mempunyai identitas yang berbeda dengan genre musik lainnya. Dia menambahkan bahwa dampak musik pop telah menggerus budaya dan seni bangsa Indonesia. ”Musik pop mengalahkan musik asli Indonesia. Karenanya mari bangkitkan kembali musik melayu di Indonesia,” katanya. Dia bersama tokoh lain seperti Anies Baswedan berusaha untuk menjaga tradisi musik melayu sepatutnya mendapatkan dukungan yang sangat besar. ”Meski sering kali kegiatan festival musik melayu perlu ditingkatkan lebih jauh, agar kita mampu membawa musik melayu ke level global. Musik melayu menghadapi tantangan globalisasi. Di era globalisasi, siapa yang kuat, dia yang menang,” katanya.

Jakarta Melayu Festival pernah digelar antara lain dengan tema “Bulan di Pagar Bintang “digelar pada 16 Januari 2013, serta konser “Kemerdekaan Musik Melayu Seroja” pada 30 Agustus 2013, pada 2014 ini akan digelar Jakarta Melayu Festival 2014 dengan tema “Melayu Menyatukan Kita”. rat/het

sumber : nyata.co.id